Indonesia Darurat Matematika

matematika 

Indonesia merupakan salah satu negara dengan segudang prestasi di bidang akademik, ribuan orang cerdas, dan banyak sarjana dengan IPK yang wow.

Tapi baru-baru ini muncul sebuah fakta mengejutkan dari Kemendikbud Indonesia, "INDONESIA DARURAT MATEMATIKA"
Maka muncul sebuah pemikiran bagi kita, bagaimana hal ini bisa terjadi, dengan 71 Trilyun dana yang dikeluarkan pemerintah di APBN untuk tunjangan profesi pendidik, tapi tetap tidak bisa menaikkan taraf daya hitung siswa Indonesia?

Sebuah fakta yang membingungkan bukan?, tetapi yang big question untuk saya, dalam hal seperti apakah Indonesia dikatakan baik dalam matematika? Tidak cukupkah dengan hanya bisa operasi hitung tambah, kali, kurang, bagi? Atau dengan tambahan bisa mengerti aritmatika sosial?
Haruskah seluruh siswa Indonesia lihai dalam mengerjakan integral, al-jabar, trigonometri, kalkulus dan lainnya?
haruskah seorang siswa yang bercita-cita menjadi seorang pengusaha, penyanyi, artis, tentara, dll harus juga lihai dalam mempelajari hal-hal yang harusnya dipelajari oleh profesor, ahli matematika, teknisi, dan arsitek, atau profesi lain yang memerlukan pelajaran matematika secara mendalam?



  Memang dalam kenyataan, siswa yang duduk di kelas IPA sekalipun tidak semuanya bisa matematika, tapi memang tidak semestinya seorang guru memaksakan anak didiknya untuk bisa Matematika.
Murid punya berbagai kepribadian dan berbagai cita-cita, ribuan cita-cita tertera di dunia ini dan pelajar boleh bebas memilih. Mungkin cita-cita yang dipilihnya tidak memerlukan pelajaran Matematika secara mendalam, dengan hanya mengetahui dasar dari Matematika seperti tambah, kurang, kali, bagi, dan aritmatika sosial saya rasa sudah cukup untuk dibawa di kehidupan bermasyarakat.


Maka dengan opini diatas, masih bisakah Indonesia dikatakan darurat matematika, atau bahkan hanya akan menambah pendapat lain seperti "Indonesia darurat kimia" atau "Indonesia darurat fisika" dan lain sebagainya.

Pada kenyataan di kehidupan sosial, belum tentu orang yang intelektual dalam pelajaran bisa lebih sukses dari orang yang biasa-biasa saja dalam pelajaran.
Semestinya pemerintah lebih perduli terhadap hal-hal seperti ini, pemerintah menyatakan dirinya peduli dengan hal-hal seperti ini dengan membagi SMA menjadi dua jurusan yakni, IPA & IPS, padahal in the fact tetap saja IPA belajar IPS dan IPS belajar IPA bahkan SMK sekalipun seperti STM OTOMOTIF masih belajar KIMIA dan BIOLOGI yang sama sekali tidak berhubungan dengan mesin kendaraan.



 



Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.