Indonesia, negara kaya dengan lalu lintas yang masih jauh dengan kata tertib. Entah apa yang ada di benak para pengendara Indonesia, yang hanya ingin cepat, tidak pernah sabaran, selalu mementingkan diri sendiri, sehingga sulit sekali bagi mereka untuk patuh terhadap aturan lalu lintas.
Yahh, memang entah siapa yang harus kita salahkan. Bila kita menyalahkan pengendara, pasti mereka akan balik menyalahkan polisi dengan mengatakan mereka kurang tegas dalam menegakkan aturan dan kurang lihai dalam menangkap pelanggar aturan padahal sudah digaji tinggi. Bila kita menyalahkan polisi, mereka juga akan balik menyalahkan pengendara dengan mengatakan pengendara tidak pernah patuh dengan lalu lintas bila polisi tidak ada di tempat, bahkan bila polisi ditempat pun mereka masih akan melanggar aturan lalu lintas.
Yaaa, karena saya disini berbicara sebagai pengendara, so kita hanya akan menyoroti pengendara di Indonesia.
Entah bagaimana cara yang bisa dilakukan pemerintah agar pengendara di negara kita tercinta ini bisa lebih taat lagi terhadap peraturan yang ada.
Yap, saya rasa tidak akan ada sarana prasana yang bisa dibuat pemerintah untuk mengubah gaya pengendara Indonesia. Perubahan itu harus dimulai dari diri pengendara masing-masing, mereka mau taat aturan atau tidak. Selama ini pengendara memang sangat sulit untuk taat terhadap aturan, melanggar lampu merah, berhenti di zebra cross, belok seenaknya tanpa lampu tangan seperti emak-emak super wow dari Indonesia yang sedang mengendarai matic dengan lampu sein ke kanan tetapi tiba-tiba belok ke kiri dengan seenaknya seperti jalan raya itu adalah miliknya pribadi, dan yang lebih mengesalkan, pengendara di traffic light yang begitu 0,000009877654321 detik setelah lampu hijau menyala mereka akan berlomba membunyikan klakson kendaraan mereka dan yang didepannya pasti akan menyahut, "kalau mau cepat, terbang aja!!"
Saya adalah orang yang pernah mengikuti training tertib berlalu lintas yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan dan Kepolisian Republik Indonesia. Saya sebenarnya aneh di acara itu, karena rata-rata dari kami adalah para pengendara yang sudah mengerti akan aturan lalu lintas, saya berpikir mengapa acara itu tidak dibuat saja untuk orang yang sepertinya tidak mengerti lalu lintas seperti emak-emak naik matic, supir becak, ataupun sopir angkot.
Hmmm, saya yakin sampai saat ini, pemerintah pasti selalu mencari jalan keluar untuk memecahkan permasalahan lalu lintas di Indonesia. Tapi ya mau bagaimana lagi, jika kita, rakyat tidak mau diajak bekerja sama oleh pemerintah untuk tertib dalam berlalu lintas demi memajukan Indonesia. Setidaknya patuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada di jalanan dan jangan mengganggu hak orang lain seperti berhenti di zebra cross atau memakai trotoar sebagai landasan berkendara.
Mari para pengendara Indonesia, gunakan otak sehat kita saat berkendara, pasang helm di kepala bukan di siku atau di dengkul maupun di dashboard. Ayo sama-sama perbaiki lalu lintas Indonesia yang semrawut ini.
CAMKAN DI DALAM HATI KITA SEMUA "BILA BUKAN KITA, SIAPA LAGI"
-ERWIN REINALDY-







Tidak ada komentar:
Posting Komentar